Day 1 Komunikasi Produktif Kelas Bunda Sayang

bismillah..

hari pertama memulai tantangan yang dipilih : Mengendalikan emosi

Aktivitas Alif Afif setelah mandi dan sarapan adalah main bersama didampingi Ummi. teras rumah menjadi pilihan tempat bermain bersama, karena selain luas, Afif yang sedang belajar berdiri bisa banyak bereksplorasi. selagi Afif berkeliaran di teras, Alif mengerjakan permainan yang sudah Ummi siapkan : Menyelamatkan Hewan.

Miniatur hewan dimasukkan ke dalam balon, kemudian diisi air dan dimasukkan ke dalam freezer sampai beku. seelah beku, balon disobek, bola-bola es diletakkan di wadah. tugas Alif adalah menyemprot bola es dengan air supaya hewannya dapat diselamatkan.

Selama proses bermain, seringkali Alif kurang sabar dan tidak mau mengikuti instruksi yang diberikan.. tapi Ummi dengan perlahan menjelaskan manfaat permainan ini, keseruannya, dan keutamaan sabar.. Alif senang dinasehati dengan diberikan contoh, semisal : Alif ingat gak cerita saliha (di buku Halo Balita) yang sedang menyusun puzzle, karena saliha sabar jadi bisa mengerjakan puzzlenya.. Allah cintaaa sama anak-anak yang sabar..

 

belajar mengendalikan emosi pada anak dalam menasehati anak butuh ekstra kesabaran, tapi Subhaanallah.. Alif jauh lebih tenang, ia lebih nurut, mungkin karena dinasehati tanpa suara keras dan marah-marah 🙂

 

#level1

#day1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

NHW 1 materi : Adab Menuntut Ilmu

 

  1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini

 Jurusan ilmu yang ingin saya tekuni adalah Psikologi

 

  1. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut

Alasan terkuat untuk menekuni bidang psikologi adalah :

  • karena saya seorang Ibu yang akan mendidik anak-anak sepanjang usia mereka. Prosesnya sungguh panjang, mulai masa kanak-kanak, baligh, dewasa. Dengan karakter yang berbeda satu sama lain. Ilmu psikologi adalah bekal untuk memahami diri saya dan anak-anak, serta lingkungannya, sehingga saya siap mendidik mereka sesuai perkebangan usia dan zamannya.

  • Beban masa lalu. Saya menyadari bahwa mendidik anak secara tidak langsung adalah mewariskan pendidikan yang sudah kita dapatkan dari orang tua kita terdahulu ke anak-anak kita saat ini. Sedangakan saya mengetahui ada banyak pengasuhan kurang baik yang harus sy ‘cut’ dari diri saya untuk tidak saya contohkan ke anak-anak saya. Saya butuh ilmu psikologi untuk memahmi dan memperbaiki diri saya dengan bayangan masa lalu yang buruk untuk dapat menjadi ibu yang mampu mendidik anak-anak sesuai dengan fitrahnya.

  • Ilmu psikologi sangat bermanfaat dalam banyak aspek kehidupan, selain untuk mendidik anak juga diperlukan dalam bermasyarakat dan dalam dunia bisnis. Ilmu psikologi membuat kita mampu memahami orang lain dengan berbagai karakternya. Ilmu psikologi semakin mendekatkan saya dengan Allah yang Maha Menciptakan makhluknya dengan berbagai keunikannya.

 

  1. Bagaimana strategi menutut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut

Ilmu Psikologi dapat dipelajari melalui pendidikan formal di bangku perkuliahan. Itu adalah salah satu impian saya yang kelak ingin saya realisasikan, menunggu anak-anak beranjak dewasa. Untuk saat ini, saya mencoba dengan tekun memperbanyak membaca buku-buku di bidang psikologi terutama dalam hal mendidik anak usia dini. Buku-buku tersebut saya kumpulkan. Termasuk materi-materi perkuliahan online yang didapat dari para psikolog dan pakar pendidikan anak juga saya dokumentasikan. Saya meyakini semakin banyak membaca dan belajar membuat wawasan lebih terbuka dan semakin bijak menghadapi kondisi yang dihadapi saat mendidik anak. Aksi nyata strategi saya adalah :

  • Mengikuti perkuliahan online maupun offline yang terstruktur tentang pengasuhan anak

  • Menetapkan target baca dan diskusi seputar pengasuhan anak dengan suami

  • Membuat portofolio anak, terutama terkait perkembangan psikis dan sosialnya, kemudian mencari tahu hal yang perlu saya pelajari lebih dalam lagi untuk mengatasi permasalahan pada anak-anak

 

  1. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu
  • Tepat waktu. Saya memiliki masalah dalam manajemen waktu, terlebih saat mempunyai 2 anak balita saat ini. Seringkali hadir ke majlis ilmu terlambat. Saya berkomitmen untuk memperbaiki manajemen waktu, mengkondisikan anak-anak ketika akan ikut ke majlis ilmu agar tidak telat.

  • Sering tidak tuntas dalam belajar, karena tergoda untuk belajar hal lain. Saya berkomitmen untuk menyadari pentingnya ilmu yang sedang saya pelajari, sehingga harus menyelesaikannya, termasuk lebih rapi dalam pencatatan, dan mengerjakan penugasan

  • Memperbaiki adab terhadap guru. Saya berkomitmen untuk lebih menghormati guru dengan tidak memotong pembicaraan dan berbicara dengan yang lain saat guru sedang menjelaskan, serta menaruh perhatian pada tugas yang diberikan

  • Memperbaiki adab terhadap sumber ilmu, khususnya buku-buku. Lebih merawat keberadaannya, karena selama ini peletakannya masih belum terawat sehingga beberapa buku ada yang terselip

 

Intan Puspita Sari_NHW 1_IIP Depok 2

PROLOG 1

KELAS MATRIKULASI BATCH 3
INSTITUT IBU PROFESIONAL

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
ADAB MENUNTUT ILMU
Senin, 23 Januari 2016

Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.
Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU

ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya
Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.
Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan
Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya

☘ADAB PADA DIRI SENDIRI

a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.

d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.

☘ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)

a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.

☘ADAB TERHADAP SUMBER ILMU

a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.
d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat “copas dari grup sebelah” tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.
e. Dalam dunia online, harus menerapkan “sceptical thinking” dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.
Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat

Referensi :
Turnomo Raharjo,
Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.

Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah,
2014, hlm. 5

Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

 

RESUME DISKUSI EKSTERNAL HSMN 4 : Mengenalkan Al-Qur’an Sejak Dini

Tag

,

★★ RESUME DISKUSI EKSTERNAL HSMN 4 ★★
Tema: Mengenalkan Al-Qur’an Sejak Dini
Hari,tgl : Jum’at,17 April 2015
Jam: 19.30-21.30
Narsum: Bu Bhara
Momod 1 : Dian Musthofiah
Momod 2 : Ratih Purbasari
Nonot : Santy Sintil

Assalamualaikum mbak2 dan ibu2 sholihat, perkenalkan nama saya Bhara Widyastuti. Status menikah dengan 2 putra dan 1 putri. Sekarang alhamdulillah sedang menunggu kelahiran anak ke 4 putri lagi. Mohon doanya dari mbak2 dan ibu2 sholihat. Saya alumni Biologi UNDIP. Masuk 93 lulus 99 🙊

Berbicara mengenai memaksimalkan potensi anak sejak dini dengan Al-Qur’an, kita punya teladan yang sangat baik dalam kisah hidup Imam Syafii yang saya ringkas dalam tulisan di bawah ini:

Ibu2 sholihat yang dirahmati Allah. Kita mulai dengan menyimak biografi ibunda Imam Syafii. Imam Syafii sudah yatim sejak kecil. Beliau bersama ibunya tinggal di Mekkah di suatu tempat yg dikenal dengan nama Syi’bu al-Khaif.

Pada usia kurang dari 13 tahun Imam Syafii meminta izin kepada ibunya untuk pergi menimba ilmu di luar kota Mekkah.

Awalnya sang ibu keberatan dengan keinginan beliau sehingga Syafii kecil memutuskan untuk memendam keinginannya belajar di luar Mekkah karena tidak mendapatkan restu dari ibunda.

Meskipun demikian, karena melihat kesungguhan dan keyakinan Imam Syafii, sang ibu akhirnya memberikan restu kepada Imam Syafii untuk pergi belajar.

Dalam tulisan lain disebutkan Syafii kecil meninggalkan kota Mekkah di usia 9 tahun.
Saat meninggalkan Mekkah, beliau sudah hafal Al-Qur’an, dan dalam perjalanan ke Madinah beliau mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 16 kali. Setahun di Madinah, beliau sudah berhasil menghafalkan kitab Al-Muwatha’ karya Imam Malik yang berisi 1.720 hadist pilihan. Banyak lagi prestasi beliau yang luar biasa sehingga pada usia 15 tahun sudah menduduki jabatan sebagai Mufti sekembalinya ke Mekkah setelah belajar di Madinah beberapa tahun.

Menarik buat saya pribadi, melihat sejarah kehidupan Imam Syafii. Saya bertanya2: ibu seperti apa yang berhasil mendidik putranya sedemikian hebat dalam keadaan tidak memiliki suami 
Sehingga Imam Syafii tumbuh menjadi anak yang cerdas, mandiri, tangguh, bertanggungjawab, dan dapat dipercaya.

TANYA JAWAB

🙋 Bu Dian
Tanya:
Teknisnya yang diajarkan itu, huruf hijaiyah dulu atau hafalan dulu bu?
Trus bagaimana mengajarkan kandungan Al-Qur’an yg mudah dipahami anak batita?

Jawab:
Sebaiknya anak usia batita dan balita fokusnya ke hafalan mbak. Malah seharusnya proses mengenalkan Al-Qur’an pada anak sudah dilakukan sejak si kecil masih dalam kandungan kita. Jadi proses belajar Al-Qur’an itu dimulai dari memperdengarkan dulu sebelum yang lain.
Ilmu psikologi modern mengeluarkan teori meningkatkan kecerdasan anak dengan musik klasik yang diperdengarkan sejak anak masih dalam kandungan.
Prinsip kerjanya adalah memanfaatkan gelombang dan frekuensi pada musik klasik yang naik turun yang dianggap dapat menstimulasi simpul2 syaraf otak.
Kenyataannya frekuensi bacaan Al-Qur’an lebih luas jangkauannya jika dilihat dari tinggi rendahnya suara dan variasinya.
Malaikat Jibril ketika diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan wahyu kpd Rasulullah juga dengan cara memperdengarkan suara terlebih dahulu.

Tanya (lanjutan):
Saya pernah baca musik Mozart, penemunya terinspirasi oleh Al-Qur’an. Benarkah bu?
Trus untuk kandungan Al-Qur’annya gimana bu?

Jawab:
Bisa jadi mbak. Sejarah umat Islam kan memang banyak yg dikaburkan. Teori2 klasik yg sebetulnya berasal dari Islam banyak yg diklaim oleh Barat.
Untuk kandungan Al-Qur’an bisa disampaikan juga secara bertahap dengan bahasa sesuai usianya. Bisa dilakukan setelah anak bisa berkomunikasi secara verbal. Jadi kita bisa meminta timbal balik dari anak untuk mengetahui sejauh mana anak2 faham dengan yg kita sampaikan.

🙋 Bu Nury
Tanya:
Bagaimana cara Bu Bhara mendidik anaknya sampe bisa ke Mesir saat usia baru lulus SD?

Jawab:
Wallahu a’lam ya…terus terang memang saya pengagum Ibunda Imam Syafii sejak dulu
Beliau sosok wanita luar biasa yang sangat menginspirasi. Kesungguhan beliau mendidik putranya dalam keadaan tidak memiliki suami benar2 luar biasa. Kalau kita lihat biografi beliau, Masya Allah…
Rajin mengumpulkan tulang2 kemudian menuliskan ayat2 Al-Qur’an di situ sampai habis 30 juz, dilanjutkan dg menuliskan hadist2. Jadi isi rumah beliau saat itu bukan perabotan macem2 tapi pecahan2 tembikar, tulang2 binatang, pelepah kurma dan lain2 yg beliau kumpulkan untuk menulis ilmu2 yg didapatkan.
Kelak setelah Syafii lahir ilmu2 tsb disampaikan kepada Syafii (saat itu belum jadi Mufti).

Banyak yg nanya ke saya gimana abang bisa belajar di Mesir setelah lulus SD. Sebetulnya kisahnya dimulai sejak sebelum saya menikah. Waktu itu saya baca kisah ibunda Imam Syafii. Baca kisah keluarga Ibu Wirianingsih. Dulu dimuat di majalah Ummi saat beliau bolak-balik mengantar putranya yg pertama dan kedua mondok di Kudus. Masya Allah.. Saya saat itu termotivasi, ternyata mempunyai anak penghafal Al-Qur’an di zaman skrg bukan sesuatu yg mustahil. Kuncinya motivasi yang kuat dari orangtuanya, konsisten, dan mendidik anak2nya dengan penuh kasih sayang. Walaupun orang tuanya belum bisa menjadi penghafal Al-Qur’an Insya Allah dengan kesungguhan bisa mencetak putra putrinya menjadi penghafal dan pengamal Al-Qur’an.
Yang tidak kalah pentingnya adalah orang tua tidak memaksakan ‘obsesi’ menjadi penghafal Al-Qur’an shg anak juga belajar dan mengamalkan Al-Qur’an dengan kesadaran sendiri bukan karena ‘paksaan’ dari orang tuanya.
Jika sudah tumbuh keinginan yg kuat dalam diri anak, niscaya halangan apapun tidak akan menjadi penghalang.
Anak saya dua laki2 dan satu perempuan. Anak laki2 saya dua2nya ‘gagap’ sejak kecil. Bahkan abang (anak saya yg di Mesir) sampai usia 5 tahun selain gagap setiap bicara dengan orang selalu dobel. Jadi misal ngobrol dengan temannya ketika temannya bilang: ‘main yuk..’, abang mengulangi ‘main yu..’, baru dia jawab: hayuu
Sampai2 ada satu temannya yg memperhatikan dan sempat ngebully. Alhamdulillah lama-kelamaan gagap dan dobel ketika bicara makin lama makin berkurang bahkan skrg sudah hilang sama sekali.
Saat itu saya benar2 tidak melakukan hal lain selain mengurus anak. 3 batita dan tanpa asisten. Ini sangat penting ternyata.
Ketika kita mendampingi anak sampai usia batita, sebisa mungkin jangan sampai ada sosok lain selain ibu yang bergaul akrab dan berinteraksi secara intensif dengan si kecil (ART, nenek kakek, tante om dll). Kalau harus ada asisten usahakan ART tsb mengerjakan pekerjaan2 rumah tangga selain berinteraksi dengan anak. Ini termasuk membuatkan dan menyiapkan makanan, bermain, berbincang2, menjalankan ibadah yaumiyah, menjelang tidur dan saat bangun tidur.
Anak saya yang ketiga (laki2) malah baru bisa bicara saat usia 18 bulan dan gagap juga sampai usia 3-4 an tahun.
Sebisa mungkin orang tuanya yg dilihat oleh anak2, baik ayah maupun ibu. Jangan sampai anak ditidurkan oleh ARt, atau anggota keluarga yang lain. Demikian juga saat bangun tidur jangan sampai ketika membuka mata disambut oleh orang selain ayah dan atau ibunya.
Saat2 usia batita ini sangat penting dalam menanamkan dasar2 pendidikan karakter walaupun tidak dilakulan melalui ceramah atau taushiyah. Saat berbincang2 dengan ayah atau ibunya anak akan merasa nyaman dan aman. Bekal ini sangat penting untuk membangun kemandirian dan rasa percaya diri anak. Kalo di usia batita anak2 merasa nyaman dan dekat sama orang tuanya insya Allah selanjutnya anak akan lebih mudah menentukan pilihan2 hidupnya.

🙋 Bu Kiki
Tanya:
Dr Kamil al Labuudi : Pendiri Markaz Tabaarak Tahfiidz Al-Qur’an untuk anak2 dan dewasa di Tanta Kairo–metode beliau mengajarkan anak2 beliau menghafal dimulai dengan mendengarkan murottal ke anak2 beliau sejak masih dalam kandungan. Alat apa yang efektif ya bu? Haruskah pakai audio khusus bumil–saya tadi search ketemu Ritmo (ada 4 speaker yg sudah teruji aman untuk baby di perut + earphone untuk bundanya). tapi saya belum tahu Ritmo ini ada mini speakernya atau tidak. Maksudnya biar masih kepake kalau babynya sudah lahir. Atau cukup dengan mini speaker yang didekatkan ke perut? Jadi semua bisa dengar? (bunda,abi dan kakak2nya)
Mohon pencerahannya mbak Bhara tentang alat apa yang sebaiknya dipakai yg efektif.

Jawab:
Saya sudah pernah ke rumah Dr Labboudy waktu saya nengok abang ke Mesir kurang lebih setahun yg lalu. Yazid dan tabarok hafal Al-Qur’an di usia 7 tahun. Dr Labouddy sendiri dan istrinya sudah hafal Al-Qur’an di usia 14 tahun.
Alat paling efektif adalah mulut ayah dan ibunya mbak Kiki.

Tanya (lanjutan):
Afwan krn masih belajar juga jadi mengandalkan murottal dulu, krn harus 1 juz diulang 5x dalam sehari. Saya belum bisa. Jadi mau nyoba tekniknya Dr Kamil ini dengan bantuan murottal dari alat

Jawab:
Betul mbak Kiki. Intinya pengulangan. Tapi mungkin bisa disesuaikan ya.

🙋 Bu Ivo
Tanya:
Kalo anak saya hampir 3 thn blm bisa baca tp krn sodara2nya sedangg hapal surat Yasin maka dia ikut2an dan udah bs mengikuti awal dan akhir ayat-ayatnya. Bagaimana mbak apakah hal ini bisa langsung dilanjutkan tanpa mengenal huruf hijaiyah atau bisa diteruskan hapal langsung?

Jawab:
Gak apa2 diteruskan menghafal tanpa dikenalkan huruf hijaiyyah. Nanti ada waktunya sendiri belajar huruf hijaiyyah maupun huruf latin.
Usia batita adalah usia di mana otak anak sperti spons yang menyerap apa saja dengan kemampuan yg luar biasa. Sehingga saat itu sangat tepat jika anak2 dimaksimalkan untuk menghafal Al-Qur’an.

🙋 Bu Dania
Tanya:
Bagaimana jika ortunya belum pandai tajwidnya?
Saya takut mengajarkan lafal yg salah pada anak.

Jawab:
Orang tua sambil belajar dan mengajarkan ke anak. Bisa dibantu dg audio. Tapi sebaiknya langsung dari mulut orang tuanya hasilnya jauh lebih efektif dibanding rekaman kaset.

🙋 Santy
Tanya:
Bagaimana cara teknisnya agar anak batita bisa hafal surat?

Jawab:
Kuncinya konsisten mbak. Perdengarkan terus menerus. Kalo merujuk metode tabarok minimal 5x sehari diulang2nya. Kalo orang dewasa malah diulang 20x. Mengingat orang dewasa lebih mudah lupa karena dosanya lebih banyak daripada anak batita.

Tanya (lanjutan):
5x sehari itu satu surat yg sama atau satu ayat saja?

Misal kita belum bisa bacain langsung, diperdengarkan pake alat gpp kan? (Hp, laptop, mp3, ato yg lain)

Jawab:
Iya mbak, kalo merujuk metode yang digunakan
oleh DR. KAmil LAboudy dalam membiasakan anak-anak beliau berinteraksi
dengan Al-Qur’an salah satunya dengan metode pengulangan, malah bukan cuma 5x melainkan 20x sehari.
Mengenai jumlah ayatnya tentu disesuaikan
dengan target yang ingin kita capai. Prioritas kita adalah proses, bukan hanya
hasilnya. Insya Allah dengan kesungguhan tidak ada yang mustahil.

Terus terang saya termasuk yang terlambat menyadari keutamaan
membiasakan anak berinteraksi dengan Al-Qur’an sejak dini, jadi ketika anak-anak masih
batita saya kurang maksimal. Mudah2an keterlambatan kita tidak menjadikan kita patah semangat. Insya
Allah, Allah Maha Melihat dan penuh kasih
sayang kepada
hamba-hambaNya.

Sarana bisa apa saja mbak, seperti di mahad tabarok juga memanfaatkan
gadget dan alat elektronik lainnya. Tetapi DR
Kamil dan istrinya ketika
yazid dan tabarok masih bayi memang lebih sering
memperdengarkan bacaan Al-Qur’an dari mulut mereka sendiri karena beliau berdua memang sudah hafidz dan hafidzoh sejak usia 15 tahun kurang.
Faktor makanan juga berpengaruh mbak, jadi
salah satu kunci kesuksesan
menghafal Al-Qur’an adalah mengkonsumsi
makanan2 halal dan thoyib, terutama kurma.

Ini jawaban beliau ketika ditanya mengenai
kegiatan sehari-hari selama yazid dan tabarak masih bayi, semoga
bermanfaat :
1. Setelah bangun pagi dan melaksanakan sholat
shubuh, kami sekeluarga
melakukan wirid pagi.
2. Talqin untuk Tabarok surat yg akan dihafal
oleh ayahnya, dan aku bersiap untuk langkah selanjutnya yaitu
memperdengarkan ayat yg telah ditalqinkan, hingga 20x melalui audio.
3. Untuk makanan yg mereka makan aku sudah
menyiapkan dari malam, susu, roti yg terbuat dari kurma, atau kalau tidak ada roti aku sudah mempersiapkan
kurma 7 butir sebagai makanan pendamping
ketika menghafal.
4. Kegiatan penghafal selesai di waktu sebelum
dzuhur, sedangkan suamiku ketika
proses menghafal tersebut beliau berangkat
menuju ke tempat kerja
sebagaimana kepala rumah tangga yang lainnya.
5. Setelah selesai menghafal aku berikan kepada tabarok dan yazid hadiah bisa berupa stiker,balon, mainan yg terbuat dari plastik berupa hewan-hewanan.
6. Setelah sholat dzuhur mereka tidur.
7. Setelah sholat ashar murojaah (mengulang) hafalan lama. Pedoman yang kita pakai anak akan mengulang hafalan yang telah mereka hafal seperempat dari yang mereka hafal. Setelah proses murojaah selesai anak-anak bebas bermain.
8. Setelah sholat isya selesai mereka harus menuju ke tempat tidur supaya bisa bangun di pagi hari, karena Rasulluah bersabda: Ya Allah berkahilah ummatku di pagi hari.
Alhamdulillah dengan cara ini dan dilakukan terus-menerus hanya dalam waktu 1,5 tahun Yazid dan Tabarok selesai menghafal 30 juz lengkap dengan hafalan mutqin. Ketika suami datang dari tempat kerja pertanyaan yang selalu beliau lontarkan pertama kepada kita: “Bagaimana pelajaran Al-Qur’an kalian hari ini?”.
Di tengah asyiknya perbincangan tersebut salah seorang peserta bertanya: “Jarak tabarok dan yazid sangat dekat,
bagaimana menyiasati hal tersebut? apakah Yazid dibiarkan bermain sesukanya?
Beliau menjawab: “Yazid ada di samping saya dan
aku berikan kepadanya
kertas dan pulpen kepadanya, dan ketika dia juga ikut ingin menghafal dengan hafalan terbata-bata, aku selalu berikan
kesempatan itu untuknya supaya tidak ada kecemburuan di antara mereka”.
Apakah anda melakukan sendiri tanpa seorang pembantu? Beliau menjawab, “iya aku lakukan semuanya seorang diri tanpa seorang pembantu, walaupun waktu itu suamiku menawariku untuk mengambil pembantu yang bisa menghandle sebagian pekerjaan rumah tanggaku”.

Subhanallah… Ya Allah berkahilah keluarga kami,
dan jadikan kami beserta
ahli keluarga kami sebagai ahli Al-Qur’an.
Wallahu a’lam bishhowwab….

Saya belum hafal Al-Qur’an dan anak2 saya belum
hafal Al-Qur’an juga mbak, tetapi saya berharap kami semua menjadi ahli Al-Qur’an. Penjaga dan pengamal Al-Qur’an. Aamiin Ya Rabb..

🙋 Bu Woro
Tanya:
Saya meyakini bahwa keberhasilan anak dlm berinteraksi dg Al-Qur’an termasuk membaca tartil, mentadaburi dan menghafal sangat tergantumg dari kedua org tuanya terutama ibu, entah dlm membersamai maupun tdk (di pondok).
Pertanyaan saya,
1. Sejauh apa ibu dan bpk hrs membersamai putra putrinya?
Atau apa yg hrs bapak ibu lakukan agar potensi interaksi anak bisa maksimal?

2. Terkait dg pernyataan bahwa “ketika kita mendampingi anak sampai usia batita, sebisa mungkin jangan sampai ada sosok lain selain ibu yang bergaul akrab dan berinteraksi secara intensif dengan si kecil”.
Bagaimana kalo keluarga dg pertimbangan birrulwalidain dan 2 pintu surga kita ada orang tua, ibu dan bpk kita, harus ikut kita?
Ditambah amanah ayah dan ibu yg tanpa mengabaikan tugas utama bertanggungjawab dg anak yg ada, sebut dakwah “memaksa keduanya” untuk mempertukarkan keutamakan dakwah dg kebaikan keluarga dan anak2nya? Sekali lg tetap mengasuh dan mendidik anak dg baik?

Jawab:
1. Kalo merujuk metode yang digunakan oleh DR. Kamil Laboudy dalam membiasakan anak-anak beliau berinteraksi dengan Al-Qur’an salah satunya dengan metode pengulangan, 20x sehari. Jumlah ayatnya  disesuaikan dengan target yang ingin kita capai. Prioritasnya adalah proses, bukan hanya hasilnya. Insya Allah dengan kesungguhan tidak ada yang mustahil.
Tentang kegiatan sehari2 selama Yazid dan tabarok masih bayi sudah saya share di pertanyaan bu Santy di atas.

2. Jangan berputus asa dari rahmat Allah. Allah yang menciptakan kita, Allah pula yang akan mengatur segala sesuatunya. Tidak perlu diragukan keutamaan birrul walidain sebagai salah satu pintu syurga buat kita, Insya Allah kita yang paling tahu situasi dan kondisi keluarga kita seperti apa. Kaitan dengan ‘tugas dakwah’ yang mengharuskan kita keluar rumah sehingga harus meninggalkan anak2 di waktu-waktu emasnya, tinggal kita evaluasi terus-menerus tanpa mengabaikan amanah yang sudah kita terima. Selanjutnya diatur kembali langkah-langkah strategis yg berkaitan dengan target2 tersebut, misal : posisi kita ketika mendapatkan amanah tersebut apa? Apakah posisi kunci seperti ketua, sekretaris, bendahara dalam sebuah organisasi, ketua panitia, MC, seksi acara dalam sebuah kepanitiaan. Tentu beban amanahnya berbeda dengan posisi-posisi lain yang tidak mutlak mengharuskan kehadiran kita secara fisik.

Insya Allah akan ada waktunya kita bisa leluasa mengaktualisasikan diri dengan menerima amanah-amanah ‘kelas berat’ seperti contoh yang saya sebutkan di atas.

Jika memang amanahnya kelas berat, keberadaan keluarga seperti kakek nenek, kakak dan adik kita justru bisa menjadi salah satu solusi dengan catatan mereka faham dengan visi dan misi keluarga kita.

“ala kulli haal, kita sendiri yang bisa menentukan skala prioritasnya.

Wallahu a’lam bishshowwab.

🙋 Bu Amalia
Tanya:
Mba Bara tolong motivasi saya agar berani bermimpi dan bercita2 punya anak penghafal Al-Qur’an..
Saya dan suami bukan dari keluarga penghafal. Bahkan ketika saya “rasan2” pingin mondokkan anak saya untuk menghafal, cita2 saya dipatahkan oleh kakak saya. Katanya susah kalo ga ada keturunan hafiz.

Jawab:
Jangan putus asa dari rahmat Allah mbak.
Banyak kisah2 yang dapat dijadikan sebagai contoh, baik dari kalangan generasi terdahulu maupun generasi sekarang yang layak dijadikan contoh dan motivasi dalam membimbing anak menjadi penghafal Al-Qur’an.

Salah satu contohnya adalah seorang pemuda yang berhasil menjadi penghafal Al-Qur’an padahal ibunya seorang pendeta, dan lain-lain.

Mommies Craft

Kali ini aku akan bercerita tentang komunitas lain yang aku bina, yaitu kelompok ibu-ibu di Perumahan Greenland Bojongsari Depok. Ibu-ibu yang menamakan komunitas mereka : Mommies Craft

Berawal dari permintaan seorang ummahat yang belum kukenal sebelumnya, bernama Mbak Dian, komunitas ini diawali dari 3 orang peserta : Mbak Dian, Mbak Rita dan Mbak Reni. Mereka beriga mempunyai ketertarikan dengan kerajinan tangan. Materi yang pertama kali kami pelajari adalah Flanel, membuat bros, gantungan dan kotak tisu flannel.. selanjutnya kami belajar memanfaatkan kain perca untuk membuat bros, dari bros kain sederhana sampai bros elegan yang berbahan dasar kain dan pita.. Sejak materi berbahan dasar kain, peserta sudah mulai bertambah.. dari 3 orang menjadi 6 orang.. Setelah itu kami mulai tertarik belajar menjahit. Karena keterbatasan mesin jahit, kami menjahit dengan jahitan tangan, dari menjahit cosmetic pouch hingga tempat tisu kain. Peserta Alhamdulillah sudah semakin banyak.. Ibu-ibu semakin tertarik belajar. Mbak dian mengajak ibu-ibu PKK untuk belajar keterampilan.. dari sekedar memuaskan Me Time, hobi craft hingga termotivasi untuk dapat menghasilkan dari keterampilan ini..

Ibu-ibu peserta pelatihan mulai dari ibu rumah tangga, ibu RT, hingga dokter gigi semua antusias belajar keterampilan.. Kita lihat yuk serunya belajar keterampilan ala Mommies Craft 

IMG-20150325-WA0037

IMG-20150408-WA0001 IMG_20150407_112137

IMG_20150407_112055

IMG_20150407_112048

Dan ini dia sebagian hasil karya Mommies Craft :

IMG-20150325-WA0038 IMG-20150408-WA0007 IMG-20150409-WA0013Semoga lebih banyak komunitas perempuan lainnya yang ingin memberdayakan dirinya dengan keterampilan… 🙂

Wanita Serius

Sebagian besar orang yang berjumpa denganku menuturkan bahwa mereka berfikir aku adalah orang yang menakutkan, he.. kaku, keras, dan serius.

Semoga Allah melembutkan hati ini.. hingga tampak pada sikap dan perilaku diri..

Sejujurnya anggapan itu tidak salah. aku ingin bercerita sedikit tentang diriku. Aku anak keempat dari enam bersaudara. Lahir dari keluarga yang hangat dan pernah menjalani liku-liku kehidupan. Hidup nomaden mengikuti tugas Papa membuatku banyak bergaul dengan berbagai jenis watak manusia di berbagai daerah. Hingga pada usia 9 tahun, tepatnya saat kelas 4 SD aku harus tinggal dengan nenekku di Bandung, jauh dari orang tuaku yang saat itu tinggal di Lampung. Nenekku, yang biasa kupanggil Emih, adalah seorang perempuan yang tangguh. Ia sudah menjanda saat hamil anak bungsunya. ia membesarkan ketujuh anaknya sendiri. Kondisi hidup demikian membuat dirinya berperangai tegas, disiplin dan keras. Saat tinggal bersama Emih aku dididik untuk hidup sungguh-sungguh.. Emih mengajariku hidup mandiri. sangat terasa sekali nilai-nilai kebaikan yang Ia ajarkan kepadaku. Sentuhan kasih sayang Emih yang tidak biasa, membentuk pribadiku menjadi introvert, pemalu, egosentris, tetapi sungguh-sungguh dengan apa yang kulakukan. Bayangkan, saat anak usia 9 tahun lainnya bangun pagi disedakan segelas susu oleh ibu mereka, aku sudah dibangunkan subuh hari untuk shalat subuh dengan dibukakan lebar jendela kamarku hingga dinginnya udara Bandung memaksaku untuk bangun, lalu aku diberi tugas untuk membersihakan rumah, menyapu jalanan di depan rumah, dll. Terlalu panjang ya jika menceritakan masa kecilku, he.. Pada intinya karakter Emih sangat melekat sekali padaku.

Menginjak usia SMP, aku meminta tinggal dengan orang tuaku yang pada saat itu sudah pindak di Depok. Saat inilah titik balik dalam hidupku.. Aku bersyukur kepada Allah.. Saat jiwaku kosong, labil, haus kasih sayang orang tua, rendah diri akan segala kekurangan, Allah menuntunku untuk tidak salah arah.. Allah menumbuhkan keinginan kuat untuk berjilbab, meski pada awalnya masih bongkar pasang, tetapi semua kujalani dengan bertahap. dari jilbab hanya di sekolah, kemudian jilbab jika keluar bepergian jauh, jilbab jika ke warung yang agak jauh, hingga akhirnya mantap berjilbab syar’i. Allah juga menuntunku untuk mengenal teman-teman di TPA (sebelum menjadi ROHIS) SMP, disana aku menjalani masa-masa puber layaknya remaja lainnya, tapi Allah menjagaku dengan mengenalkanku dengan aturan-aturanNya, hingga aku tidak terjerumus.

Kita skip ceritanya ya.. biar gak terlalu panjang…

Masa SMA dan kuliah.. adalah masa-masa sulit yang harus kujalani. Berbagai ujian kehidupan menimpa keluargaku. Tahukah engkau, saat-saat sesulit apapun adalah sarana yang paliiiinggg nikmat untuk bisa mendekatkan diri dengan Allah. saat kita merasa sungguh Allah itu dekat. Kita tak lagi merasakan ketakutan pada apapun karena kita yakin bahwa Allah bersama kita…

Aku mengalami saat harus pulang sekolah jalan kaki karena tak punya ongkos, dan aku ingin menyembunyikan dari teman-teman ROHISku agar mereka tak menaruh iba apalagi mengasihiku

Aku mengalami saat 3 hari tak ada makanan yang dapat kumakan, hanya air yang bisa kuminum. dan di hari ketiga saat aku sudah tidak bisa menahan lapar, aku memakan semangka sisa yang baru digigit sedikit oleh empunya, yang tergeletak terbuang di kost-kostan

Aku mengalami menjalani berbagai ikhtiar untuk membiayai hidupku agar bisa survive selama kuliah, denga berjualan donat, kripik, kerajinan tangan, jilbab, sampai menjadi tukang ketik di rental

Setiap perjalanan kehidupan seseorang pastilah membekas dalam dirinya, ia menyisakan karakter diri. itulah yang terjadi padaku..

Aku menjalani kehidupan yang serba serius sejak kecil. Aku sudah harus menjadi dewasa saat teman seusiaku masih bisa meminta pelukan manja dari ibunda. Aku tak terbiasa untuk berleha-leha, karena tiap waktu dan episode kehidupan kita begitu berharga…

Mohon dimaafkan jika dalam berinteraksi aku terlalu kaku, dan tidak asyik.. sungguh, setiap orang pasti mempunyai sisi humoris dan kekanak-kanakannya. hanya saja tidak semua orang dapat menampilkannya kepada semua orang. Aku baru bisa menampakkan sisi humoris dan kekanak-kanakanku pada orang-orang terdekat.

Setiap orang diciptakan unik, tak ada yang sama di antara mereka. Justru keragaman karakter mereka yang membuat hidup manusia menjadi berwarna

IMG_2964

Yang selalu ingin memperbaiki diri,

Intan Puspita Sari

Rumah Kreatif Bunda

“Di sini kita pernah bertemu
Mencari warna seindah pelangi
Ketika kau menghulurkan tanganmu
Membawaku ke daerah yang baru
Dan hidupku kini ceria

Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ingatanku
Kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu

Kenangan bersamamu
Takkanku lupa
Walau badai datang melanda
Walau bercerai jasad dan nyawa

Mengapa kita ditemukan
Dan akhirnya kita dipisahkan
Mungkinkah menguji kesetiaan
Kejujuran dan kemanisan iman
Tuhan berikan daku kekuatan

Mungkinkah kita terlupa
Tuhan ada janji-Nya
Bertemu berpisah kita
Ada rahmat dan kasih-Nya

Andai ini ujian
Terangilah kamar kesabaran
Pergilah gelita hadirlah cahaya “

(Untukmu Teman – Brothes)

10 Oktober 2014

Awal mula aku mengumpulkan beberapa teman-teman dekat dan beberapa kenalan yang ingin belajar kerajinan tangan. Tujuan awal terbentuk kelompok yang mulanya kuberi nama Kelompok Belajar Ibu Kreatif adalah untuk memberikan bekal keterampilan bagi para ibu agar dapat meningkatkan kualitas mendidik anak dan juga dapat mandiri financial. Berjalan waktu, kami sepakat menamai kelompok belajar kami dengan Rumah Kreatif Bunda

IMG_20141225_154612

Kelompok belajar ini rutin dilaksanakan tiap hari rabu, beranggotakan 9 orang.. kami mempelajari berbagai keterampilan, mulai dari flanel, menjahit, daur ulang, sulam, dll.. semua peserta antusias sekali belajar. Kami sama-sama menyusun materi apa saja yang ingin dipelajari, mengumpulkan uang bersama-sama untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan, bersama-sama mencari tutorial di google maupun buku-buku kerajian, bersama-sama membantu memasarkan produk dan ikutan bazaar..

IMG_20141119_145811

IMG_20141224_125842

IMG_20141224_125822

IMG_20141224_125750

IMG_20141212_161303

suka duka kami alami bersama.. serunya antri mesin jahit untuk membuat tote bag, berpeluh belajar membuat rose burn, asiknya membawa bekal makan siang untuk dimakan bersama-sama.. saling mengajari, saling menyemangati, saling menasehati, saling mendo’akan..
Ini adalah beberapa hasil belajar dan aktivitas kami yang sempat diabadikan :

IMG_20141127_232237

IMG_20141022_185523 IMG_20141101_215154 IMG_20141106_151843 IMG_20141215_160020 IMG_20141230_173147 IMG_20150121_174637 IMG_20150116_094458 IMG_20150128_161406 IMG_20150204_173054  IMG_20150311_212641 IMG_20150304_153249 IMG_20150304_153318

Hari ini adalah hari terakhir kegiatan belajar kami. Alhamdulillah 6 bulan dilalui penuh cerita.. hasil pembelajaran yang sungguh-sungguh pun sudah terlihat.. semua peserta sudah berani memasarkan hasil karyanya, berupa bros dan gantungan flanel, bros korsase, kreasi rajutan, kreasi daur ulang, boneka jari, souvenir pernikahan, dll..

Jika ada yang ingin melihat-lihat hasil karya kami, bisa kunjungi link ini ya… :

Intan Handycraft

Siska Mulyani

Yeti Nurpuspita 

Ami Kecil

Bait Rahma

Elin Nurhalimah

Shinta Maria Ulfah

Ayu Nurmalasari

Satiyah

Semoga Allah menjaga semangat belajar ini, mengokohkan persaudaraan kami.. tetap erat meski raga tak lagi bersua..

Rumah Kreatif Bunda, adalah bukti nyata kami untuk mengasah potensi diri. Memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi sekitar kami..

Bukit Sawangan Indah, 25 Maret 2015

Intan Puspita sari

Tetap ASI, Apapun Yang Terjadi

Apa yang kau rasakan saat putra tercinta, terbaring tak berdaya di ruang ICU?
6 bulan usianya, ya baru 6 bulan usianya…

23 April 2014

Siang itu aku minta tolong diantar pada suami ke Klinik untuk Cek darah, karena khawatir trombosit turun yang menjadi indikasi penyakit Demam Berdarah. Di Komplek tempat kami tinggal sedang mewabah Demam Berdarah, hampir tiap gang pasti ada yang terserang. Fogging sudah dilakukan 2 kali, tapi jumah penderita terus bertambah. Alhamdulillah, setelah dicek, jumlah trombositku normal, berarti demam dan gejala-gejala lainnya bisa jadi karena flu biasa. Sampai di rumah, kusiapkan makan untuk Alif, kusuapi ia, setelah itu kami bercanda-canda, lalu ia tidur..

Maghrib tiba, kuusap kening Alif. Panas. Tidak biasanya.. ini panas sekali.

Kuambil termometer dan kuukur suhu tubuhnya, 40,5. Innalillahi.. segera kubangunkan Alif dan kususui.. lalu kukompres dengan air hangat dan kulekatkan tubuhnya ke tubuhku (skin to skin). Malam berjalan terasa sangat lambat.. Alif tak mau lepas dari pelukanku, kadang merintih, menangis.. Tengah malam, ia muntah-muntah.. keluar semua ASI yang diminumnya..

Pagi tiba, Alif semakin lemas.. Ia hanya mau tidur di gendonganku.. tak mau makan, hanya mau minum ASI, lalu sesekali muntah.. Pagi itu juga kami putuskan membawa Alif ke Rumah Sakit untuk diperiksa oleh dokter. Kami memilih Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, pertimbangannya adalah karena disana ada 2 dokter yang mengelola Grup Room For Children, sebuah Grup di Facebook yang berisi dokter spesialis anak yang RUM (Rational Use of Medicine), yaitu dr. Hermansyah Irwan dan dr. Mururul Aisyi.

Pagi itu yang sedang praktek adalah dr. Herman, setelah diperiksa, dr Herman menganjurkan agar Alif dirawat karena sudah tidak mau makan dan menyusu lagi karena lemas, dan terus muntah.. Akhirnya hari itu, 24 April 2014 Alif dirawat di Rumah Sakit..

“Jika kau adalah seorang Ibu, kau akan merasakan bahwa anakmu adalah separuh hidupmu.. Bahagianya adalah bahagiamu, sakitnya adalah sakitmu..”

Hari pertama Alif dirawat, langsung dicek darahnya, dan hasilnya mengejutkan, ternyata trombosit Alif hanya 16.000, dari jumlah normal yaitu 150.000, maka diagnosa dokter adalah Alif terserang Demam Berdarah.

Alif kecilku pasti kesakitan dengan trombosit yang drop dan jarum infus di tangannya yang membuat ia tak bisa aktif bergerak seperti biasanya, tapi sesekali ia masih tersenyum dan tertawa.. Kutemani ia sambil tetap mengajaknya bermain dan bercanda. Kutemani tidurnya di ranjang dan kupeluk tubuhnya, tapi itu tak berlangsung lama..

Cek darah kedua pada malam hari, perawat membawa hasil Lab yang menunjukkan bahwa trombosit Alif semakin turun hingga hanya 5.000. itu artinya Alif harus masuk ruang ICU, ruang yang dilengkapi dengan staf dan peralatan khusus untuk merawat dan mengobati pasien yang kritis.

Duhai Rabb.. Air mataku dan suamiku tumpah seketika..
Masih 6 bulan usiamu Nak..

Selama Alif di Ruang ICU, kami tidak bisa menemaninya, aku hanya sesekali masuk kesana untuk menyusui langsung, dan ke ruang menyusui untuk memerah ASI. Meski dalam kondisi Alif sakit yang membuatnya lemah dan malas menyusu, meski dalam kondisi teramat sedih yang membuat ASI-ku menjadi berkurang, aku tetap bertekad akan memberi ASI ekslusif tanpa tambahan susu formula pada Alif. Aku yakinkan pada diriku, bahwa ASI dapat menjadi obat bagi penyakit Alif, ASI yang kuusahakan mengalir cinta, do’a dan gizi yang terbaik untuk kesembuhan Alif..

Dr. Herman menyarankan aku untuk memperbanyak ikan sebagai sumber protein dan jus nanas untuk mempercepat penyembuhan sebanyak mungkin, alhasil selama di rumah sakit 3 kali sehari aku mengkonsumsi ikan dan jus nanas, demi ASI terbaik yang kuberikan pada Alif.

Sehari, dua hari, tiga hari..

Setiap harinya Alif menjalani cek darah tiap 8 jam, dan belum ada peningkatan trombosit yang signifikan. Peningkatannya hanya berkisar 1.000 sampai 5.000, pernah trombosit tertinggi sampai 22.000, tapi itupun turun kembali pada cek selanjutnya menjadi 16.000. Hingga 6 hari di ICU kondisi Alif belum juga membaik..

IMG_20140426_110202

Berbagai rasa berkecamuk di dada. Benar kiranya, bahwa harap dan takut adalah seperti 2 sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Harapan akan kesembuhan Alif, dengan memperbanyak do’a di shalat-shalat kami.. dan Ketakutan akan kehilangan Alif, dengan berusaha memasrahkan diri pada Allah, bahwa Alif adalah titipan.. ia milik Allah, yang jika Allah menghendaki maka Allah berhak mengambilnya kapan saja..
Allah sudah memberikan kami anugerah, berupa kesempatan menjadi orang tua, mengandung Alif, melahirkan, menyusui, dan mendidiknya.. Kami nikmati tiap prosesnya berdua. Kami sama-sama belajar menjadi orang tua, dari memandikan, merawat, mengenalkan benda, kata, hingga mengenalkan ia dengan Allah lewat kalimat-kalimat Ilahi yang selalu kami perdengarkan.. Kami jaga jasadnya, kami jaga akalnya, kami jaga ruhiyahnya.. semampu, sebaik mungkin.. Kesempatan menjadi orang tua adalah nikmat dari Allah yang tidak diberikan kepada semua orang, banyak pasangan yang sudah menikah tapi belum dikaruniai anak..

Banyaknya nikmat yang Allah berikan seringkali lupa kita syukuri, saat dihadapkan pada sedikitnya ujian dari Allah. Padahal jika saja kita tetap bersyukur di tengah ujian, maka Allah akan menambah nikmatNya.. ia akan memberi jalan keluar dari tempat manapun yang Ia kehendaki..

Hari berganti hari, sampai kami ikhlas akan segala ketetapan Allah…

Pada kunjungan dr. Herman suatu malam, beliau merekomendasikan temannya yang ahli Hematologi yaitu dr. Mururul Aisyi untuk menangani Alif, karena dikhawatirkan ada kelainan pada darah Alif, karena jumlah trombositnya tidak juga meningkat meski fase demam berdarah sudah dilalui. Malamnya dr. Aisyi mengunjungi kami di ICU, setelah melihat catatan hasil lab Alif, dr. Aisyi mendiagnosa Alif menderita ITP (Immune Thrombocytopenic Purpura). ITP (Immune Thrombocytopenic Purpura) adalah suatu kelainan darah yang penyebabnya berkaitan erat dengan sistim imun atau kekebalan tubuh manusia. ITP adalah kelainan pada sel pembekuan darah atau trombosit yang jumlahnya menurun sehingga menimbulkan pendarahan.

Setelah mendengar penjelasan dr. Aisyi, kami yang memang asing dengan istilah penyakit ITP, membayangkan bahwa ITP itu sejenis penyakit thalasemia yang membutuhkan transfusi darah seumur hidup, atau penyakit bawaan lain yang akan diderita seumur hidup. Tapi setelah semakin banyak bertanya, browsing-browsing tentang ITP, akhirnya kami cukup lega bahwa banyak penderita ITP yang bisa hidup seperti yang lain, bahkan tidak sedikit yang sembuh total.

Kelelahan dan kesedihan selama di Rumah Sakit mengakibatkan produksi ASI-ku terus menurun. Padahal dokter meminta agar Alif diberi cairan yang lebih banyak lewat selang di hidung (NGT) agar cairan infusnya dapat dikurangi (badan Alif sudah membengkak karena cairan infus). Dokter yang semula Pro ASI pun sudah angkat tangan, tak punya pilihan lain. Jika cairan infuse ingin diturunkan, maka pemberian ASI harus ditingkatkan. Susu Formula adalah solusi yang ditawarkan, tapi segera kutolak tegas. Aku ingin Alif mendapat hak ASI-nya hingga 2 tahun, bagaimanapun caranya, sesulit apapun kondisi yang harus kutempuh. Akhirnya kami memutuskan mencari donor ASI untuk Alif, untuk menolak tawaran pemberian susu formula pada Alif dari Rumah Sakit. Alhamdulillah kami dapat donor ASI dari seorang teman yang juga mempunyai anak bayi laki-laki seusia Alif, yang aku tahu pasti kondisi kesehatannya. Berbekal 5 botol kaca, 1 plastik natur besar dan 1 botol besar ASIP, dan terus menyusui langsung, aku mencoba menenangkan diri dan meningkatkan makan-makanan booster ASI agar ASI-ku melimpah kembali.

Dari diskusi dengan dr. Aisyi, kami sepakat mengikuti anjuran beliau untuk memberi transfusi trombosi pada Alif, sebanyak 6 kantong selama 3 hari untuk meningkatkan jumlah trombosit Alif. Dengan penuh harap, malam itu juga kami minta bantuan kurir Rumah Sakit untuk membeli 6 kantong trombosit di PMI Ciledug. Mulai keesokan harinya, tiap subuh, Alif menjalani transfusi trombosit 2 kantong/hari. Selama 3 hari itu pula Alif tidak dicek darahnya, baru akan dicek kembali setelah proses transfusi selesai. Dr. Aisyi mengatakan jika trombosit Alif sudah di atas 50.000 sudah bisa keluar dari ICU untuk pindah ke ruang perawatan.

Hari ke 9 di ICU..

Selesai sudah 6 kantong trombosit dimasukkan ke tubuh Alif, penuh harap kami menanti hasil cek lab. Alhamdulillah.. jumlah trombosit Alif meningkat drastis menjadi 57.000, artinya hari itu juga Alif sudah bisa pindah ke ruang perawatan..
1 hari di ruang perawatan, Alif mulai terlihat segar kembali, ia mulai meminta tengkurap dan naik-naik seperti biasanya yang menyebabkan jarum infusnya sering bergeser dan berdarah. Karena dokter melihat kondisi Alif sudah membaik, tanggal 3 Mei 2014 Alif sudah boleh pulang ke rumah, dan control kembali 1 minggu kemudian.

Alhamdulillah Ya Allah…. *sujudsyukur

Selama di rumah Alif dibekali obat methylprednisolone yang harus rutin dikonsumsi, untuk melihat jika Alif respon terhadap obat tersebut artinya ITP yang diderita termasuk ITP akut, bukan kronis. Alhamdulillah hasil cek lab saat kontrol menunjukkan trombosit Alif sudah normal kembali menjadi di atas 150.000. Artinya Alif sudah sembuh. Alhamdulillah…

Aku bersyukur sekali atas kesembuhan Alif, dan jalan agar tetap memberikan Alif ASI meski dalam kondisi sakit sekalipun. Aku yakin ASI adalah yang terbaik dan takkan bisa tergantikan oleh apapun.. ASI adalah bukti cita seorang Ibu dan investasi kesehatan yang tak ternilai. Semua Ibu memiliki kemampuan untuk menyusui anak-anaknya, apapun tantangannya yakinlah Kita mampu!

Salam ASI, untuk semua Ibu di Dunia

Depok, 26 Juli 2014
Intan Puspita Sari

Batu, Wonderful !

Berkisah tentang perjalanan yang berkesan, mungkin cerita perjalananku di kota Batu Malang ini adalah yang paling berkesan… Perjalanan ini kualami pada tahun 2010.

Saat itu aku memutuskan menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, sebagai syarat kelulusanku di Fakultas Peternakan UNDIP. Lokasi BBPP tepatnya di Daerah Songgoriti. Daerah Songgoriti sendiri terletak di kaki gunung banyak tepatnya di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, merupakan salah satu kawasan wisata di Kota Batu Malang. Objek wisata yang terkenal disini adalah Pasar Wisata Songgoriti, Candi Songgoriti, dll. Aku berangkat berdua dengan teman kuliahku, Mira menuju Kota Batu menggunakan Travel. Pukul 6 pagi kami tiba di rumah salah seorang karyawan BPPP, yaitu Pak Seping. Beliau, seperti lazimnya warga di kawasan Songgoriti menyewakan kamar di rumahnya untuk tempat bermalam. Ya, bermalam para pengunjung wisata, maupun pasangan muda yang ingin memadu cinta. Eits, aku tidak bercanda. Bukan rahasia umum lagi, jika kita memasuki kawasan ini, banyak tukang ojeg yang menawarkan vila. Dari vila berbintang lima hingga vila sekelas kost-kostan. Termasuk tempat tinggal yang kami tempati ini tidak lain adalah rumah dengan 3 kamar, 2 kamar berukuran sedang dengan fasilitas TV, dispenser, dan kamar mandi dalam, juga sebuah kamar kecil dengan dapur menyatu di dalamnya yang ditempati penjaga rumah. Kami menempati satu di antara kamar berukuran sedang tersebut. Kamar yang kami tempati berada di tingkat 2, sehingga dari pintu kamar, kami dapat melihat keindahan kawasan Songgoriti dan merasakan sejuknya udara disini. Kami yang terbisa merasakan panasnya Kota Semarang, benar-benar menggigil di tempat ini..

SmWa ad DsNi1242

Setelah membersihkan diri, kami memulai PKL hari itu di BBPP..

Selama di Kota Batu, kami menyewa motor sebagai kendaraan yang akan menemani perjalanan kami. Setiap pulang dari kantor, kami menyempatkan berjalan-jalan di Kawasan Songgoriti, kali ini kami melihat segerombolan anak usia SD-SMP sedang memainkan alat music seperti Marching Band dan beberapa diantaranya berjalan mengikuti irama music sambil memainkan bendera. Tidak jauh dari lokasi tersebut, kami melihat segerombolan ibu-ibu berlatih menari tradisional, yang kami tidak tahu jenis tariannya. Setelah kutanyakan pada warga sekitar, ternyata seluruh warga Songgoriti tengah mempersiapkan selamatan Desa, yang merupakan agenda tahunan disana yang diselenggarakan tiap tanggal 1 Suro. Cukup menarik, kami bisa mempelajari kebudayaan disana..

SmWa ad DsNi1320

Selang 2 minggu kemudian, sederet ritual dan hiburan rakyat dalam rangkaian selamatan desa dilaksanakan. Puncak acara selamatan desa berupa Kirab Tumpeng dibanjiri ribuan warga dan wistawan. jalanan di Songgoriti penuh oleh warga dengan berbagai atraksi. Ada Bapak-bapak yang keliling dengan kirab tumpeng berbagai ukuran dan bentuk, ada segerombolan Ibu-ibu yang menari, Ada segerombolan anak-anak yang bermain musik, dll. Selamatan desa tersebut menurut salah seorang warga, selain untuk menghormati leluhur, juga menguatkan citra wisata kawasan Songgoriti.

SmWa ad DsNi1360 SmWa ad DsNi1361 SmWa ad DsNi1357 SmWa ad DsNi1355 SmWa ad DsNi1354

Kembali ke cerita perjalanan kami. Selama PKL di BBPP, kami bertugas di 2 tempat yang berbeda. Aku di Laboratorium Susu, sedangkan Mira di Laboratorium Uji Kualitas. kami bekerja sejak hari Senin hingga Jum’at. Hari sabtu dan Minggu kami manfaatkan untuk menjelajahi Kota Batu. Ikuti perjalanan kami ya…

Yang pertama adalah, kami ingin merasakan sensasi memetik Apel Malang langsung dari pohonnya. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa ciri khas dari Kota Malang adalah Apelnya. Apel di Kota Malang ini beragam, ada apel Manalagi, apel Anna, dan apel Merah. Untuk agrowisata petik Apel ini banyak kita jumpai di berbagai daerah di kota ini, tapi aku memilih menuju daerah Bumi aji, ke perkebunan rakyat langsung dan meminta izin untuk membeli apel, dengan langsung memetik dari pohonnya. Hmm… Yummy…

SmWa ad DsNi1257

 

Selanjutnya, kami menuju Taman Bunga Selecta, yang terkenal akan taman bunga dan pemandiannya yang sudah berdiri sejak tahun 1930. Taman Rekreasi Selecta ini sendiri berlokasi di Desa Tulungrejo – Kota Batu, Jawa Timur yang didirikan oleh warga negara Belanda bernama Ruyter de Wildt. Dahulunya Taman Rekreasi Selecta menjadi tempat wisata dan persinggahan yang ditujukan untuk warga Belanda ketika berkunjung ke Kota Malang.

SmWa ad DsNi1516

Selain Taman Bunga Selecta, kami juga mengunjungi Tempat Wisata Jatim Park 2 di Desa Oro-oro Onbo, Kecamatan Batu, Malang. Jatim Park 2 merupakan tempat wisata edukasi, dan merupakan tempat wisata yang tepat untuk mengajak keluarga serta anak-anak dengan adanya kebun binatang Batu Secret Zoo, di lengkapi 21 macam area khusus anak-anak dan lebih dari 50 wahana edukatif dan kreatif . Sedangkan di museumnya sendiri terdapat 80 diorama satwa dari dalam maupun luar negeri.

SmWa ad DsNi1581 SmWa ad DsNi1599 SmWa ad DsNi1605 SmWa ad DsNi1612 SmWa ad DsNi1630 SmWa ad DsNi1633

Saatnya beristirahat.. tidak lupa menghangatkan tubuh dengan semangkok bakso malang yang banyak dijajakan disini, hanya 5.000 rupiah tapi cukup nikmat.

Menjalani rutinitas Praktek Kerja Lapangan di BBPP memberi banyak ilmu dan pengalaman pada aku. Terlebih lagi, ketika kami PKL bertepatan dengan Gelar Agribisnis Peternakan, yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, mulai tanggal 17 – 18 Maret 2010, yang dibuka oleh Kepala Badan SDM dan dikunjungi oleh Menteri Pertanian, Ir. Suswono, MS. Acara ini terdiri dari Dialog Interaktif dengan Menteri Pertanian tanggal 18 Maret 2013 dan Pameran produk peternakan. Alhasil kami turut membantu para karyawan mempersiapkan produk peternakan yang akan di-display di stand BBPP, seperti produk olahan susu, yoghurt, nugget, tahu susu, permen susu, biogas, dll. Acara ini selain menampilkan seminar juga menampilkan pameran produk peternakan yang diikuti oleh perusahaan peternakan, maupun KUD di sekitar Malang. Kesibukan membuat produk peternakan terkadang hingga malam hari, sehingga membuat hubungan kami dengan para pegawai menjadi dekat. Kami tidak hanya dianggap sebagai mahasiswa PKL, tapi seperti karyawan disana.

SmWa ad DsNi1291

SmWa ad DsNi1293 SmWa ad DsNi1295

SmWa ad DsNi1299

Di lain waktu, kami menghabiskan akhir pekan dengan mengunjungi Alun-alun kota Batu sekedar menikmati Bebek Goreng yang nikmat, atau ke Pasar Songgoriti membeli berbagai buah-buahan segar yang harganya cukup terjangkau, mungkin karena dekat dengan perkebunannya langsung.

Banyak hal yang kami pelajari selama berada di Kota batu, terutama tentang objek praktek kerja lapangan kami yaitu pengolahan susu dan kebudayaan masyarakat di Kota batu. Selain itu juga kami mendapatkan banyak pengalaman berharga ketika terjun langsung mengolah berbagai produk hasil peternakan seperti permen susu, stik susu, tahu susu, nugget, susu pasteurisasi, yoghurt, dll, pengalaman berharga berinteraksi dengan para widyaiswara dan pengalaman melihat langsung ke lokasi ‘kupu-kupu malam’, meski kami hanya sanggup berdo’a memohon hidayah bagi mereka para pelaku, belum mampu mengubah dengan tangan maupun lisan ketika melihat kemunkaran itu terjadi di depan mataku.. Rabbighfirlana…

Kota batu menyisakan berjuta kenangan yang tak terlupakan. Semoga suatu saat Allah berikan kesempatan untuk menginjakkan kaki kembali menikmati dan mengambil sebanyak-banyaknya hikmah di kota ini J

Giveaway : Asyiknya Mendongeng Bersama Bayi

cover buku dongeng gaManusia dibekali 3 potensi dasar oleh Tuhan berupa akal, jiwa, serta jasad. Ketiganya harus dipenuhi kebutuhannya secara seimbang agar terbentuk pribadi yang sempurna. Pembentukan tersebut adalah proses panjang yang diawali sejak hingga tua. Perlakuan terhadap anak yang masih bayi biasanya hanya seputar pemenuhan hak jasad, pemberian ASI dan perlengkapan fisik, tetapi masih belum banyak para orang tua yang memperhatikan pula kebutuhan akalnya dan jiwanya.

Memiliki bayi berusia 5 bulan yang sangat aktif, dan mengerjakan pekerjaan domestik tanpa asisten rumah tangga tak membuatku terlena dengan rutinitas, dan meninggalkan tugas mendidik anak, meski ia masih bayi. Mendongeng, adalah kegiatan rutin yang kupilih untuk merangsang kecerdasan akal dan penanaman nilai-nilai positif dalam dirinya. seusai memandikan dan minum ASI, kupangku si kecil sambil membaca buku. kupilih buku yang sesuai dengan usianya. Ya, anak bayi sangat menyukai gambar dengan warna-warni yang menarik, dengan hanya sedikit tulisan, karena ia belum bisa membaca. Buku yang dipilih juga terbuat dari bahan yang dapat dipegang oleh bayi, serta tidak mudah kotor dan sobek. Maka kupilih buku bantal untuk mendongeng bersama si kecil.

Mendongeng bukan hanya memberikan informasi baru bagi akal anak, tapi juga menguatkan ikatan batin antara ibu dan anak.. memangkunya di depan kita, memeluk sambil memegang buku yang sama, menunjukkan gambar-gambar dan memainkan intonasi serta suara kita memberikan kesan dan perasaan nyaman bagi anak, sehingga hingga besar pun ia akan terkenang kasih ibu ketika membaca buku, perasaan nyaman yang menyeruak ketika membaca buku timbul dan melekat dalam diri anak, sehingga menumbuhkan kecintaan pada buku.

Buku dongeng yang sering kubacakan kepada anak adalah yang bertema binatang, dengan pengenalan 2 bahasa (misal, Buku Bantal Pengenalan Huruf hijaiyah, dengan gambar Hewan dengan pengenalan nama hewan dalam bahasa Arab). Buku tersebut tidak berisi dongeng, tetapi aku menceritakannya dengan merangkai gambar-gambar di dalam buku menjadi cerita dongeng. Anak bayi masih belajar mengenal, maka mendongeng dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenalkannya pada berbagai objek, berupa benda maupun bahasa.

Dari gambar-gambar hewan di buku, aku merangkai cerita tentang kuda yang baik hati mau membantu kelinci yang tersesat. nilai dari cerita tersebut adalah saling tolong menolong. atau cerita tentang ayam, kucing, dan burung yang bersahabat, yang mengajarkan nilai-nilai persahabatan, berkata baik, saling memaafkan, dll. Respon si kecil adalah ikut bergumam, memandang dengan mata berbinar, menggerak-gerakkan tangan dan kakinya tanda antusias dan tertarik medengarkan cerita. Mendongeng sungguh kegiatan mengasyikan bagi ibu dan anak 🙂

Tidak ada anak yang terlalu kecil untuk dibacakan buku, meski ia belum membaca sekalipun.. Tapi ia dapat mendengar dan akan terekam dalam memori-nya pengalaman menyenangkan bersama buku.

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway SEMUA TENTANG DONGENG ANAK